FKIP UNDARIS Gandeng Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah, Perkuat Budaya Akademik Berbahasa Indonesia

Komitmen memperkuat fungsi bahasa negara di lingkungan perguruan tinggi kembali ditegaskan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UNDARIS melalui audiensi bersama Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah, Kamis, 26 Februari 2026. Pertemuan yang berlangsung hangat dan produktif tersebut membahas persiapan teknis sekaligus penguatan substansi Program Peningkatan Kemahiran Berbahasa Indonesia (PKBI) bagi mahasiswa FKIP.

Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah yang merupakan unit pelaksana teknis di bawah Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa menekankan pentingnya pengutamaan bahasa Indonesia dalam ranah akademik. Dalam forum tersebut, Tim Kerja Bahasa dan Sastra memaparkan urgensi bahasa Indonesia bukan hanya sebagai alat komunikasi ilmiah, tetapi juga sebagai simbol identitas dan kedaulatan bangsa.

Program PKBI dirancang untuk meningkatkan keterampilan berbahasa mahasiswa sekaligus menumbuhkan sikap positif terhadap penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Implementasinya mencakup pemakaian bahasa dalam dokumen resmi, karya ilmiah, administrasi fakultas, hingga komunikasi akademik sehari-hari sesuai kaidah dan ketentuan perundang-undangan.

Sebagai tindak lanjut, kegiatan PKBI dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 7 Maret 2026, pukul 08.00–12.00 WIB, bertempat di Gedung Bojanaloka Lantai II, Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah. Materi yang diangkat bertajuk “Kebijakan Pengutamaan Bahasa Negara di Lingkungan Fakultas”, dengan fokus pada regulasi kebahasaan dan strategi implementasi di lingkungan kampus.

Antusiasme mahasiswa FKIP UNDARIS tampak dalam pelaksanaan kegiatan tersebut. Diskusi interaktif antara narasumber dan peserta memperkaya pemahaman mengenai peran strategis bahasa Indonesia sebagai bahasa pengantar pendidikan tinggi sekaligus identitas nasional.

Melalui kolaborasi ini, FKIP UNDARIS berharap PKBI mampu memberikan dampak nyata dalam membangun budaya akademik yang semakin menjunjung tinggi martabat bahasa Indonesia. Langkah ini sekaligus menegaskan posisi perguruan tinggi sebagai garda terdepan dalam penguatan bahasa negara di tengah dinamika globalisasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *